
# Cirebon menyoroti dugaan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai operasional Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di Kabupaten Cirebon.Sorotan tersebut mencuat setelah adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia terkait penggunaan Dana BOS Tahun Anggaran 2025 yang dinilai berpotensi tidak tepat sasaran.
Ketua Umum FORMASI Cirebon, Qorib, menegaskan Dana BOS sejatinya diperuntukkan untuk menunjang kebutuhan peserta didik dan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, bukan untuk membiayai kepentingan birokrasi pendidikan di tingkat kecamatan.
Menurutnya, hasil temuan BPK RI mengungkap adanya dugaan penggunaan Dana BOS sekitar Rp1,3 miliar untuk operasional kantor Korwil Pendidikan Kecamatan dan sekitar Rp1,6 miliar untuk operasional K3S.“Pertanyaan besarnya, uang sebesar itu digunakan untuk apa? Apa urgensi dan fungsi Korwil dan K3S Pendidikan Kecamatan sampai harus menyedot anggaran Dana BOS miliaran rupiah?” ujar Qorib, Sabtu (16/5).
FORMASI menilai penggunaan Dana BOS untuk operasional lembaga non-sekolah berpotensi menyalahi semangat pengelolaan anggaran pendidikan yang transparan, efektif, dan berpihak pada kebutuhan siswa.Selain itu, FORMASI juga mendesak adanya keterbukaan informasi kepada publik terkait rincian penggunaan anggaran tersebut, termasuk dasar hukum, mekanisme pengalokasian, hingga bentuk kegiatan yang dibiayai menggunakan Dana BOS.
“Jangan sampai Dana BOS yang seharusnya langsung menyentuh kebutuhan siswa, justru habis terserap untuk biaya operasional birokrasi. Ini harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.
FORMASI meminta aparat pengawas internal pemerintah dan aparat penegak hukum turun melakukan penelusuran lebih lanjut apabila ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran negara dalam pengelolaan Dana BOS di Kabupaten Cirebon.Kasus ini dinilai menjadi alarm serius bagi tata kelola anggaran pendidikan daerah, terlebih Dana BOS merupakan program strategis pemerintah pusat untuk mendukung akses dan kualitas pendidikan di tingkat sekolah.(Yogi Syahrial)
